Thursday, July 31, 2014

Konsep Islam Menghadapi Ekonomi Global

SADD AL-DZARIAH: Konsep Islam Menghadapi Ekonomi Global

Ekonomi global semakin kuat masuk ke dalam sistem ekonomi Indonesia seiring dengan dibukanya perdagangan bebas yang akan membolehkan masuknya komoditi internasional, khususnya dari negara-negara maju. Formulanya yang sudah disepakati antara lain dalam skema-skema WTO, SEATO, dan lain-lain. Baru-baru ini yang paling hangat adalah keskatakan dagang China-Asia, ACFTA (Asian-China Free Trade Aggreement). Banyak pihak yang memprotes Indonesia mengikuti ACFTA ini, karena  diyakini akan merusak ekonomi Indonesia, terutama bagi pengusaha ekonomi lemah. Bahkan dikhawatirkan pengusaha besar pun akan terkena imbas dengan kebijakan ini. Mereka bisa berubah hanya menjadi “pedagang”, tidak lagi menjadi produsen karena kalah bersaing dengan produk-produk China. Sudah banyak keluhan dari pengusaha, bahkan dikuatkan dengan berbagai “demo buruh” yang selama ini merasa terzalimi karena pemegang kendali “kekuasaan dan keputusan” begitu saja menerima ACFTA “secara bebas”, tanpa ada persetujuan melalui DPR.

Indonesia dengan SDA (sumber daya alam) yang tersedia dan berlimpah belum mampu untuk bertanding dalam aspek apapun termasuk bidang ekonomi. Dengan penduduk yang besar, sekitar 225. 000.000 ternyata tidak mampu bersaing dengan hanya negara Oman yang berpenduduk hanya puluhan juta jiwa. Sekedar main bola saja selalu kalah sampai-sampai penonton harus ikut masuk lapangan untuk membantu pemain memasukkan bola ke gawang musuh, walaupun hanya menumpahkan kekesalan belaka. Salah satu sebabnya adalah kungkungan ekonomi liberal dan neo-liberalnya yang kian kemari kian terasa semakin melemahkan posisi ekonomi umat.

Kerusakan ekonomi pasti akan terus berlangusng sepanjang ekonomi kita tidak berpijak pada landansan yang benar berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Saat ajaran Al-Quarn dan Sunnah ditinggalkan, saat itulah umat Islam akan terpingirkan. Amir Syakib Arsalan telah mengemukakan analaisis ini dengan sangat baik masalah dalam bukunya, Limâdza Ta’akhara Al-Muslimûna wa Taqaddama Gahiruhum?

Adalah kenisyaan kualitas umat dimajukan dan ditingkatkan agar dapat menjadi bagian penting menuju kejayaan Islam. Untuk itu, tanggungjawab intelektual dan moral ulama dalam menghadapi perdagangan bebas ini dipertaruhakan. Oleh sebab itu, fatwa agama  dalam partisipasinya bela agama dan umat yang mayoritas Muslim amat penting. Fatwa agama ini amat penting karena bila kembali merujuk pada Al-Quran, Sunnah Rasul saw, dan kaidah-kaidah ushuliyah dan fiqhiyah yang menjadi teori-teori untuk digunakan ulama dalam menganalisis sumber hukum ternyata dapat menjawab persoalan zaman, termasuk masalah perdagangan bebas ini. Lalu bagimana fikih Islam mampu menjawab tantangan ini?

Dalam kepustakaan fikih Islam ada ang disebut Saddu Al-Dzarî’ah. Sadd artinya menutup dan dzarî’ah artinya jalan; atau arti lengkapnya adalah menutup jalan.  Dzari’ah dapat terjadi melampaui perbuatan atau perkataan, yaitu jalan yang menyampaikan sesuatu kepada yang lainnya. Suatu tangga yang digunakan untuk naik ke atap, misalnya dapat digunakan sebagai dzariah atau jalan. Ali Hasballah (Ushulut Tasyri al-Islami, 1971: 319), menyampaikan definisi Sadd-dzariaha ialah “Man’u ma yajuzu min dzalik idza kana muwashshalan ila ma la yajûz”, melarang sesuatu yang boleh bila menyampaikan kepada yang tidak boleh. Sementara Wahbah Az-Zuhaili mentakan, “Huwa ma yatawashshalu ilas syai al-mamnu’, al-musytamilu ila mafsadatin,” apa yang menyampaikan sesuatu pada yang dilarang dan merusak. Ibn al-Qayyin, lebih sksplisit, sebagaimana dikuitp oleh Wahbah ialah, “Al-Maqshud minas-syai’ laisa minal umum wa innama yufhamu min qarinatil-kalam at-tahadduts minad dzari’ah fi ahkamis-syari’ati min tha’athin aw ma’shiyatin”. (Az-Zuhaili, Ushul Fiqh, II, 1986: 87).

Kaidah ini secara umum memberikan pengertian bahwa dalam kerangka fikih Islam yang boleh dilakukan oleh umat Islam bukan hanya persoalan haram atau tidak, namun juga harus dipertimbangkan sejauh mana implikasinya bagi bangsa dan umat Islam khususnya. Prinsip ini misalnya dapat ditemukan dalilnya seperti dalam Al-Quran, seperti tercantum pada Al-An’am (6: 108) dan hadis yang menunjukkan tentang saddud dzari’ah. Hadis-hadis dimaksud antara lain: larangam talaqquyur rukban (perkengkulakan), larangan mengembala di sekitar perbatasan, larangan ihtikar (meinimbun), dan lain-lain. Selain itu, ada atsra Umar bin al-Khattab yang saat menjadi khalifah pernah melarang dan akan meengusir seorang pedangan di Madinah karena ia menjual dengan harga lebih murah dibandingkan harga umum di pasar (dengan cara obral). Beliau menganggap cara-cara seperti itu merugikan kepentinganm umum. Di samping itu, ada perintah implisit bahwa umat Islam justru harus lebih dekat dengan sesama Muslim dibandingkan dengan orang lain seperti dalam perintah perlunya membangun ukhuwah (Al-Hujurat/49:10), perintah ta’awun (Al-Ma’idah/5: 2), tidak mengandalkan orang lain atau membangun kemandirian (Hud/11: 113).Dalil-dalil itu dapat digunakan untuk menetapkan ketentuan bahwa suatu yang boleh pun, apalagi yang dekat kepada haram dan atau membawa kerugian,  tidak boleh dilakukan bila merugikan atau tidak memberikan keuntungan kepada umat. Inilah prinsip Sadd Al-Dzari’ah.

Implemantasi Saddu Al-Dzariah dalam keseharian kita ialah bahwa bila seseorang akan membeli barang, baik yang besifat konsumtif atau produktif, maka harus mengutamakan produk lokal, nasional, dan dalam negeri. Sebab, cara inilah yang akan lebih menguntungkan bagi perkembangan ekonomi bangsa sehingga ketahanan ekonomi dalam negeri dapat lebih kuat.

Dalam sebuah harian diberitakan (Kompas-14 Agustus 2009) bahwa Indonesia membayar bahan makanan impor sebesar hampir 5 milyar Dolar per tahun atau kuarng lebih 50 trilyun Rupiah; suatu jumlah yang tidak sedikit. Untuk kebutuhan garam saja kita masih impor sebesar 900 M pertahun. Pabrik tekstil di Indonesia dan garmen banyak sudah tutup, padahal para pekerjanya adalah umat Islam juga. Dahulu kita meminjam modal yang digunakan untuk membangun pbarik di sini sehingga terbuka lapangan pekerjaan. Sekarang malah dikirim barangnya sehingga para pekerja di-PHK.

Inilah contoh kasus yang dilihat dari aspek Sadd Al-Dazariah tidak menguntunghkan umat Islam. Memang belanja barang-barang impor tidak haram. Namun, pertaanyaannya ialah siapa yang akan kita tolong dengan belanja yang kita lakukan? Apakah orang China daratan sana, atau orang Cimis, Tasik, Majalaya, Bekasi, Berastagi, Sambas, Garut atau Majalengka, Yogya, Surabaya, Medan, dll yang merupakan saudara-saudara kita? Hatilah-hatilah berbelanja belilah produk lokal, demi membela ekonomi bangsa dan umat ini. Wallahu A’lam bishshawab.

ref:Prof. Dr. M. Abdurrahman, MA

Makanan Yang Penuh Dengan Hikmah

Makanan penuh hikmah, banyak disebut dalam Al Quran
Inilah kehebatan buah kurma, buah yang seringkali disebut dalam-ayat-ayat Al-Qur'an. Mengapa ?
Allah mempunyai maksud tertentu dengan menyeru kita untuk memperhatikan kurma. Dengan meneliti isi kandungan buah ini akan membuat kita lebih paham tentang maksud Ilahi itu. Kurma, dengan kandungan 50% gula, sungguh sangat bergizi karena daging buahnya terdiri atas fruktosa dan glukosa yang keduanya berkalori tinggi, dan mudah serta cepat dicerna.30 Kandungan gulanya menenangkan saraf yang gelisah serta memberikan rasa aman pada kejiwaan.

"Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir." (ar-Ra'd [13]: 4)

Kurma, buah-buahan yang disebut dalam surah Maryam, pohonnya tumbuh di padang gersang bersuhu panas dan banyak manfaatnya. Allah mengindentifikasikan khasiat penyembuhan dari buah ini dengan menceritakan pada Maryam, yang sedang menghadapi persalinan, supaya makan daging buah kurma,

"Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: 'Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum, dan bersenang hatilah...." (Maryam [19]: 24-26)

Allah mempunyai maksud tertentu dengan menyeru kita untuk memperhatikan kurma. Dengan meneliti isi kandungan buah ini akan membuat kita lebih paham tentang maksud Ilahi itu. Kurma, dengan kandungan 50% gula, sungguh sangat bergizi karena daging buahnya terdiri atas fruktosa dan glukosa yang keduanya berkalori tinggi, dan mudah serta cepat dicerna.30 Kandungan gulanya menenangkan saraf yang gelisah serta memberikan rasa aman pada kejiwaan. Sudah pasti tiap persalinan selalu mengeluarkan banyak darah, yang dengan sendirinya jumlah gula darah yang tertumpah karenanya cukup banyak. Karena gula yang lenyap itu harus diganti, keterlibatan kurma, seperti pada persalinan Maryam, nyata benar manfaatnya sebagai tambahan. Kurma juga mengurangi tekanan darah. Meskipun daging sangat besar manfaatnya, tapi tidaklah sebanding dengan lebih besarnya manfaat kurma segar dalam segala hal. Mengonsumsi terlalu banyak daging, yang tak terbantahkan mengandung banyak protein, tidaklah mustahil pada saat yang sama dapat mengakibatkan keracunan. Jadi, makanan-makanan ringan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, yang tentu saja mudah dicerna, hendaknya lebih menjadi pilihan.

Dalam cahaya ayat tadi, kita melihat kurma, khususnya, sungguh bermanfaat bagi wanita hamil dan ibu-ibu yang menyusui secara alami. Daging buah kurma meningkatkan kesehatan janin di dalam perut ibu, mencegah ibu dari rasa lemah, dan memperbanyak air susu bergizi tinggi. 31

Di saat yang sama, kurma segar memberikan manfaat besar kepada otak. Kurma, dengan kandungan 2.2% protein, juga berisi banyak jenis vitamin A, B1, dan B2. Protein-protein ini melindungi tubuh dari serangan penyakit dan infeksi, menunjang sel-sel tubuh memperbaharui diri, dan menyeimbangkan cairan-cairan tubuh. Vitamin A meningkatkan kemampuan pandangan mata dan kekuatan badan, juga kekuatan tulang dan gigi. Vitamin B1 memfasilitasi jaringan saraf berfungsi sehat sempurna, menunjang tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi, mengatur selera makan dan pencernaan, serta memberdayakan metabolisme berasal dari protein dan lemak. Vitamin B2 memfasilitasi pembakaran protein-protein yang disebutkan tadi, karbohidrat, dan lemak yang diperlukan untuk penyedian energ dan pembaharuan sel.

Di samping semua ini, kurma juga mengandung banyak mineral yang esensial bagi tubuh (seperti potassium, sodium, kalsium, besi, mangan, dan tembaga). Bila potassium dan sodium bekerja bersamaan, mereka bertindak selaku pengatur ritme detak jantung. Dengan menfasillitasi pengalihan oksigen ke otak, potassium dapat memberdayakan pikiran jernih. Lebih jauh lagi, ia menyediakan kandungan alkali secukupnya pda cairan tubuh, merangsang ginjal mengeluarkan sampah-sampah racun metabolis, membantu menurunkan tekanan darah tinggi, dan menunjang pembentukan kulit sehat. 32

Menarik juga untuk dicatat, bahwa daging buah kurma secara khusus bermanfaat bagi mereka yang hidup dalam kawasan di mana kebun-kebun pepohonan ini tumbuh merata. Protein dan gula dari buah kurma merupakan sumber gizi yang paling utama bagi penduduk gurun pasir.

Sumber : harunyahya

10 Penghalang Dalam Menuntut Ilmu

Berbagai penghalang yang merintangi seorang penuntut imu dalam belajar dan berusaha secara terus-menerus untuk mendapatkan ilmu banyak sekali akan tetapi secara garis besar ada 10 penghalang yang banyak terjadi dikalangan penuntut ilmu. Mari simak dan renungkan pembahasan berikuit ini.

1. Keliru Niat

Niat adalah dasar dan rukun sebuah amal. Apabila niat itu salah dan rusak, maka amal yang dikerjakan akan ikut salah dan rusak, sebesar salah dan rusaknya niat.

Apabila niat itu tercampuri dengan tujuan kotor dalam segala bentuknya, seperti ingin tampil, ingin terkenal atau ingin menguasai majlis, maka hal ini dijamin akan menjadi penghalang bagi orang yang memiliki niat itu dalam mencari ilmu.

Sufyan ats-Tsauri yang terkenal dengan sifat wara’ dan kharismanya pernah berkata,”Tidak ada urusan yang lebih berat bagiku kecuali menjaga niatku.”[1]

Jika Imam ats-Tsauri berkata demikian, lalu bagaimana dengan kita. Karena itu hendaknya masing-masing dari kita mengikhlaskan niatnya dalam menuntut ilmu dan tidak menginginkan sesuatu kecuali wajah Allah.

2. Ingin Terkenal dan Ingin Tampil

Ini termasuk dalam pembahasan niat. Karena sangat pentingnya, permasalahan ini harus dibahas tersendiri. Ingin dikenal dan ingin tampil adalah penyakit kronis yang tidak seorang pun dapat selamat darinya kecuali orang yang dijaga oleh Allah Ta’ala.

Asy-Syathibi berkata,”Sesuatu yang paling terakhir hilang dari hati orang-oramg yang shalih adalah keinginan untuk berkuasa dan keinginan untuk tampil.”[2]

Apabila niat seorang penuntut ilmu ingin terkenal namanya, ingin selalu disebut-sebut dan ingin selalu dihormati dimana saja ia berada dan berjalan, dan tidak ada yang ia inginkan kecuali hal itu, maka ia telah menempatkan dirinya pada posisi berbahaya.

Sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam :

“Sesungguhnya manusia yang pertama kali diadili pada Hari Kiamat adalah tiga orang … hingga sabda beliau…dan orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya dan membaca al-Qur’an.. Ia dihadapka n kepada Allah, Allah memberitahukan kepadanya akan nikmat-nikmatnya dan ia pun mengtahuinya. Allah bertanya kepadanya:”Apa yang kamu lakukan dengan nikmat-nikmat terebut?” Ia menjawab:”Saya mempelajari ilmu, mengjarkannya dan membaca al-Qur’an .” Allah berkata,”Kamu bohong, sesungguhnya kamu mempelajari ilmu agar kamu dikatakan sebagai seorang ulama, kamu mempelajari al-Qur’an agr kamu disebut sebagai pembaca al-Qur’an, itu semua telah dikatakan untukmu.” Kemudian Allah memerintahkan (untuk mengadzabnya), maka iapun ditarik wajahnya lalu dilempar ke dalam neraka…”[3]

Sebagian ulama yang menulis tentang kebersihan hati dan akhlak menyebutkan bahwa seorang hamba yang berangan-angan dan gembira bila dihormati orang ketika masuk ke sebuah tempat, dan ia hanya berkeinginan untuk dikagumi dan dipuji oleh manusia saja, sesungguhnya ini adalah salah satu bentuk riya dan sum’ah yang amat besar.

3. Lalai Menghadiri majlis Ilmu

Para ulama berkata bahwa ilmu itu didatangi dan tidak mendatangi. Tapi kini, kita dapat mengatakan bahwa ilmu mendatangi kita dan tidak didatangi kecuali beberapa saja.

Majelis-majelis ilmu yang dibentuk dan pelajaran yang diajarkan, jika kita tidak manfaatkan, maka nanti kita akan menggigit jari sepenuh penyesalan. Seandainya kebaikan yang ada dalam majelis-majelis ilmu itu hanya berupa ketenangan yang diberikan kepada orang-orang yang menghadirinya dan rahmat Allah meliputi mereka saja, cukuplah semua itu sebagai pendorong untuk menghadirinya. Lalu bagaimanakah jika orang yang menghadirinya? Insya Allah mereka akan mendapatkan ilmu dan kebahagiaan akhirat.

4. Beralasan dengan Banyaknya Kesibukan

Alasan ini dijadikan oleh setan sebagai penghalang menuntut ilmu. Beberapa banyak saudara-saudara kita yang telah dinasihati dan didorong untuk mencari ilmu, tapi setan menggoda dan membujuk mereka.

Orang yang menyia-nyiakan kesempatan mencari ilmu, kesibukan yang dialaminya membuat dirinya tidak dapat menghadiri majelis ilmu. Ia menjadikannya sebagai bahan untuk mencari-cari alasan, sehingga absennya ia dari majelis ilmu mempnyai alasan jelas.

Kesibukan-kesibukan yang ada adalah penyebab utama yang menghalangi seorang penuntut ilmu untuk hadir di majelis ilmu dan banyak mendapatkan ilmu. Tapi bagi orang hatinya dibuka oleh Allah Ta’ala, ia akan mengatur waktunya dan menggunakan sebaik mungkin. Dengan begitu, ia akan mendapatkan banyak manfaat.

5. Menyia-nyiakan Kesempatan Belajar di Waktu Kecil

Seseorang akan merasa iri ketika melihat orang-orang yang lebih muda, lebih bersemangat darinya dan datang paling awal datan ke majelis ilmu. Ya, ia sangat iri kepada mereka. Ia menyesali masa-masa yang telah berlalu yang tidak ia gunakan untuk menuntut ilmu dan menghafal. Akibatnya, ketika ia telah tua, banyak kesibukan dan banyak orang yang bertamu ke rumahnya siang-malam, maka pikirannya pun bertumpuk. Pikiranya tak mampu lagi digunakan unuk belajar seperti ketika masih kecil, dimana belum banyak kesibukan. Karena itu, al-Hasan berkata,”Belajar hadits di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu.”[4]

Karena itu saudaraku, sebelum Anda disibukkan oleh orang lain, dililit berbagai kesibukan dan sebelum menyesal seperti yang dialami oleh kebanyakan orang, Anda harus memanfaatkan waktu muda untuk mencari ilmu. Ini bukan berarti seseorang boleh berputus asa apabila tidak memanfaatkan waktu mudanya untuk mencari ilmu. Tapi seluruh umur adalah kesempatan untuk mencari ilmu karena mencari ilmu adalah ibadah.

[1] Tadzkirah as-Sami’ wa al-Mutakallim, Ibnu Jama’ah, hal. 68

[2] Al-I’tisham,asy-Syathibi

[3] HR. Muslim

[4] Jami’ Bayan al-Ilmi wa Fadhlih, hal. 99

____________

6. Enggan Mencari Ilmu

Di antara penyebab enggan menuntut ilmu adalah dengan alasan bahwa ia sedang berkonsentrasi mengikuti informasi terkini dan mengetahui peristiwa yang sedang terjadi.

Tentang masalah ini manusia berbeda-beda dalam menyikapinya. Ada yang berlebihan-lebihan, ada yang menyepelekan dan ada yang menyikapinya denga arif. Sikap pertama dan yang kedua adalah sikap yang keliru.

Ilmu yang Anda cari mendorong Anda untuk mengetahui keadaan Anda. Anda tidak akan bisa mengatasi masalah atau musibah yang menimpa Anda kecuali dengan meletakkannya pada timbangan syari’at.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah termasuk orang yang paling tahu tentang keadaan yang terjadi. Beliau juga termasuk oramg yang paling tahu tentang permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Di zamannya, terjadi berbagia fitnah, musibah dan masalah. Tapi ia tetap mencari ilmu. Dengan ilmunya, ia dapat mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat, mendapat solusi dari al-Qur’an, Sunnah dan berbagai disiplin ilmu.

7. Menilai Baik Diri Sendiri

Yang dimaksud dengan menganggap diri sendiri baik di sini adalah merasa bangga apabila dipuji dan merasa senang ketika mendengar orang lain memujinya.

Memang, pujian manusia terhadap Anda merupakan kabar gembira yang Allah berikan kepada Anda dengan segera. Sebagaimana telah ditanyakan Abu Hurairah radhiaalahu’anhu kepada Rasulullah tentang sesaeorang yang melakukan suatu kebaikan dan orang-orang melihatnyasejhingga mereka memujinya. Nabi Shalallahu’alaihi wasalam bersabda :

تلك عاجل بشري المؤمن

“itu adalah kabar gembira bagi orang yang beriman yang Allah berikan dengan segera.” (HR.Muslim).

Tapi berhati-hatilah, jika Anda merasa gembira ketika dipuji denga sesuatu yang tak ada pada diri Anda. Sekali lagi berhati-hatilah agar hal ini tidak menimpa Anda. Ingatlah firman Allah Subhanahu wata’ala tentang celaan-Nya terhadap suatu kaum : “Dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan.” (Ali Imran : 188).

Boleh saja seseorang merasa dirinya bagus pada beberapa hal. Misalnya, perkataan Nabi Yusuf ‘Alaihi salam dalam surat Yusuf ayat 55. Tapi pada umumnya, merasa merasa diri bagus dan suka dipuji termasuk salah satu pintu masuknya setan kepda hamba-hamba Allah. Karena itu, berhati-hatilah, agar Anda tidak menjadi orang yang suka mendengar puji-pujian tersebut.

Pelajaran yang dapat dipetik di sini adalah hendaknya seseorang berhati-hati terhadap sikap merasa diri sendiri bagus. Hendaknya seseorang berhati-hati terhadap perbuatan mencantumkan gelar pada namanya dengan gelar yang tidak ia miliki. Sebab, barangsiapa yang tergesa-gesa untuk mendapatkan sesuatu sebelum waktunya maka ia tak akan mendapatkannya.

8.  Tidak Mengamalkan Ilmu

Tidak mengamalkan ilmu merupakan salah satu penyebab hilangnya keberkahan ilmu. Orang yang memilikinyaakan dimintai pertanggungjawaban atas ilmunya. Allah benar-benar telah mencela orang-orang yang berbuat seperti ini. Allah Subhanahu wata’ala :

تفعلونلاما الو أنتقو اللهعندمقتن كبر

“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa saja yang tidak kamu kerjakan.” (Ash Shaff : 3)

Tidak mengamalkan ilmu merupakan penyebab utama hilangnya keberkahan ilmu. Karena itu para ulama adalah orang yang paling bersemangat dalam mengamalkan ilmu yang telah mereka ketahui.

Ali bin Abi Thalib radhiaallahu’anhu berkata,”Ilmu itu dipanggil dengan mengmalkan. Bila dipanggil, ia akan menjawab dan jika tidak ia akan pergi.”[1]

Mengapa demikian? Karena ilmu dan amal adalah dua perkara yang saling berkaitan. Bisa jadi keduanya berkumpul atau bisa jadi keduanya berpisah. Apabila ada ilmu yang tidak diiringi dengan amal, maka orang yang memilikinya akan dimintai pertanggungjawabanatas ilmu tersebut.

Pembaca budiman! Ilmu yang Allah berikan kepada kita ini perlu untuk dizakati. Apabila zakat harta harta adalah 2 ½persen, maka ilmu adalah dengan mengamalkan dan mengajarkannya. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab berkata,”Ingatlah wahai saudaraku! Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu! Sesungguhnya kewajiban setiap Muslim dan Muslimah adalah mempelajari empat perkara : Pertama, ilmu Kedua, mengamalkannya. Ketiga, mendakwahkannya. Keempat, sabar dalam menghadapi gangguan ketika mendakwahkannya.”[2]

9.  Putus Asa dan Rendah Diri

Wahai para penuntut ilmu! Kami, Anda, Ibnu Hajar al-Atsqalani dan para ulama yang lainnya, sama-sama disebutkan dala firman Allah Subhanahu wata’ala :

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apa pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (An Nahl: 78).

Kita semua adalah orang yang telah disebutkan dalam ayat tersebut. Ayat ini menyatakan bahwa semua manusia itu sama. Baik itu para nabi dan rasul pilihan Allah serta sahabat yang telah lebih dahulu berlomba-lomba dala kebaikan. Ayat ini telah menyatukan kita semua. Karena itu, janganlah Anda meremehkan diri sendiri. Selain itu, janganlah Anda menganggap diri Anda baagus. Anda tahu bahwa Anda tidak berhak untuk itu. Janganlah Anda memakai gelar yang tak pantas bagimu.

Janganlah merasa rendah diri jika Anda lemah hafalan, lemah pemahaman, lambat dalam membaca atau cepat lupa. Semua ini akan hilang jika Anda meluruskan niat dan mencurahkan usaha.

Janganlah Anda mersa rendah diri, tapi bersungguh-sungguhlah. Semoga Allah merahmati al-Bukhari, ketika ditanya tentang obat lupa. Ia menjawab : “Senantiasa membaca kitab”.

Selanjutnya, meninggalkan maksiat adalah sebab paling utama dalam membantu kuatnya hafalan. Imam asy-Syafi’i mengungkapkan hal ini dengan bait syairnya yang indah :

Aku mengadu kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku

Lalu beliau membimbingku agar meninggalkan maksiat

Dan dia berkata, ketahuilah bahwa ilmu itu adalah cahaya

Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang berbuat maksiat.[3]

10.  Terbiasa Menunda-nunda

Yusuf bin Abath berkata,” Muhammad bin Samurah as-Saih telah menulis surat kepadaku sebagai berikut: ‘Wahai saudaraku! Janganlah sifat menunda-nunda menguasai jiwamu dan tertanam dalam hatimu. Karena, sifat menunda-nunda itu membuat lesu dan menyebabkan kerusakan hati. Sikap menunda-nunda memendekkan umur kita dan ajal pun segera tiba. Sesungguhnya apabila Anda melakukan hal ini, maka Anda benar-benar telah mengurangi semangatmu, melemahkan cita-citamu dan menjadikan dirimu kembali kepada kebosanan yang telah pergi darimu. Ketika ia membuatmu bosan kembali, tubuhmu tidak akan berguna bagimu. Karena itu, wahai saudaraku! Bersegeralah Anda, sebelum didahului dan cepatlah sebelum terlambat. Bersungguh-sungguhlah, karena permasalahan yang Anda hadapi penuh denga keseriusan. Bangkitlah dari tidurmu dan sadarlah dari kelalaianmu! Ingatlah apa yang telah Anda kerjakan, Anda sepelekan, Anda sia-siakan, Anda hasilkan dan yang telah Anda lakukan. Sesungguhnya semuanya itu akan dicatat dan dihitung, sehingga seolah-olah Anda terkejut dengannya dan sadar dengan apa yang telah Anda lakukan, atau menyesali apa yang telah Anda sis-siakan.”[4]

Ini adalah nasihat yang sangat muliadan bermanfaat.

Menunda-nunda artinya, apabila seorang hamba berkeinginan untuk mengamalkan kewajiban setelah beberapa waktu dari umurnya. Orang ini tidak tahu bahwa ajal menjemputnya setiap saat. Sungguh indah ungkapan seorang penyair :

Jangan harap dapat melaksanakan pekerjaan hari ini di hari esok
                        Bisa jadi hari esok tiba, sedangkan engkau telah tiada. (Jayyad)

[1] HR. Ibnu Abdil Barr dalam al-Jami” II/11. Perkataan serupa juga diriwayatkanoleh Waki’, sebagaimana disebutkan dalam al-Jami’, II/1321
[2] Al-Ushul ats-Tsalatsa, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
[3] Keterangan: Sebagian ulama meragukan penisbatan bait syair ini kepada Imam asy-Syafi’i. Mereka beralasan bahwa asy-Syafi’I bukanlah murid Waki’. Tapi yang benar, Imam asy-Syafi’I meriwayatkan hadits dari Waki’, sebagaimana disebutkan dalam kitab ash-Shadaqat, dari kitab al-Umm. Bait itu terkenal berasal dari Imam asy-Syafi’i.
[4] Iqtidha’ Ilmi al-Amal, al-Khathib al-Baghdadi, hal 114

Manfaat Dari Daun Sirih

Tentu kita tahu tumbuhan SIRIH yang sangat bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Tumbuhan Sirih adalah tumbuhan yang berbentuk seperti hati dan memiliki garis di tengah daun dan daun sirih ini terkenal dengan khasiatnya yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, yaitu dari mimisan (keluar darah dari hidung) sampai dengan diare dan sakit gigi.

Mimisan
Ambil daun sirih satu lembar lalu gulung sambil di tekan agar keluar minyaknya dan selanjutnya gunakan untuk menyumbat hidung yang mengeluarkan darah atau mimisan.

Diare
Mengambil 4 – 6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyak kelapa.Menumbuk semua bahan bersama-sama sampai halus, Kemudian gosokkan pada bagian perut. Ulangi penggosokan pada bagian yang sakit sampai sembuh

Sakit gigi
Pengobatan: Mengkumur 1. daun sirih direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih lalu dinginkan air rebusan tersebut.Gunakan air rebusan untuk berkumur. Diulang secara teratur sampai sembuh.2. Ambil 2 lembar daun sirih yang telah diremas, garam secukupnya.Caranya, bahan tersebuh diseduh dengan air panas sebanyak 1 gelas, kemudian aduk sampai garam larut, biarkan sampai dingin. Air tersebut digunakan untuk berkumur.
AlergiPengobatan: luar, di oleskan pada bagian yang gatalBahan: 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1,5 sendok minyak kayu putih.Caranya, semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama hingga halus, kemudian digosokkan pada bagian badan yang gatal-gatal.

Bronkhitis
Mengambil 7 lembar daun sirih dan 1 potong gula batu.Caranya, daun sirih dirajang halus, kemudian direbus bersama gula batu dengan air 2 gelas sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, lalu disaring. Air rebusan diminum 3 kali sehari, masing-masing 3 sendok makan.

Keputihan
Mengambil 7 – 10 lembar daun sirih.Caranya, daun sirih direbus dengan 2,5 liter air sampai mendidih. Saat masih hangat, air rebusan daun sirih tersebut dipakai untuk membasuh dan membersihkan seputar kemaluan secara berulang-ulang.dari berbagai sumber

Dengan banyak mangfaat daun sirih itu, tentu dapat membantu kita dalam menjaga kesehatan karena Obat yang Alami itu adalah obat yang sangat baik bagi tubuh kita.

Buah Untuk Mencegah Rematik

Sekitar 40 persen penduduk Indeonesia yang berusia di atas 40 tahun memiliki keluahan nyeri sendi dan otot taua disebut juga penyakit rematik. Penyebabnya bermacam-macam, dari luka mekanik akibat kecelakaan, aktivitas berlebihan, sampai infeksi virus dan bakteri.

Pengobatan penyakit rematik difokuskan untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Obat-obatan untuk mengurangi keluhan akibat rematik antara lain asetaminofen, obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), kortikosteroid serta obat penekan kekebalan tubuh. Namun anda perlu tahu, kebanyakan minum obat penghilang rasa sakit maupun anti radang yang dijual bebas dapat mengiritasi lambung dan usus serta menyebabkan tukak.

Bahkan, bila digunakan dalam jangka panjang obat-obatan tersebut bisa mengakibatkan pendarahan hebat. Konsultasikan dengan dokter bila anda menggunakan obat antiradang nonsteroid atau aspirin untuk mengatasi nyeri sendi selama lebih dari 2 minggu.

Selain pemberian obat, nyeri sendi juga bisadikurangi dengan modifikasi aktivitas sehari-hari, misalnya menghindari kegiatan yang membebani sendi disertai istirahat cukup dan olahraga.

Dalam buku terapi herba, buah, sayuran 10 penyakit utama, terbitan majalah Flona disebutkan ada beberapa jenis makanan dan minuman yang efektif untuk membantu penyembuhan sakit akibat radang sendi yakni :

1. Alpukat
Anda tidak akan menderita rematik atau arthritis selama rajin mengkonsumsi alpukat matang secara teratur. Lemak yang dikandungnya mampu memberikan lubrikasi secara alami persendiang tulang seperti leher, siku, pergelangan tangan, pinggul, lutut, pergelangan kaki.

2. Jus Apel
Minum jus apel yang diragikan (fermentasi) setengah cangkir, dua kali sehari akan membantu penyembuhan sakit radang sendi.

3. Asparagus
Bisa untuk mengobati rematik

4. Stroberi atau buah beri lain
Buah beri baik untuk penyembuhan rematik. Bisa dikonsumsi sebagai buah atau jus

5. Jus Semangka
Untuk arthritis karena kelebihan asam urat. Segelas jus semangka (tanpa biji) pagi dan malam akan membantu mendorong keluar kelebihan akumulasi asam urat.

sumber :Media Infromasi Jam'iyyah Akhbar Persistri

Vitamin Alami Untuk Penangkal Kanker

Hal paling baik untuk mencegah kanker secara alami adalah dengan gaya hidup sehat. Salah satunya, dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin alami.

Berikut lima vitamin yang bersumber dari berbagai bahan makanan. Konsumsi secara teratur untuk mencegah timbulnya perkembangan sel kanker.

1. Betakaroten
Betakaroten adalah penanda sumber vitamin A yang tinggi. Banyak ditemukan di sayur dan buah seperti wortel, ubi jalar, bayam, dan sayuran berdaun hijau lainnya. Sumber gizi yang luar biasa ini, menurut penelitian dapat melindungi paru-paru dari racun yang bisa memicu kanker. Studi lain menemukan bahwa mantan perokok yang makan sayuran hijau dan mengandung beta karoten tinggi setiap hari, risiko kanker perut dan kanker paru-paru bisa menurun.

2. Vitamin B6
Vitamin B sangat penting untuk menjaga sistem imunitas dalam tubuh dan melindungi sistem pernafasan dari infeksi dan polusi. Penelitian juga menujukkan vitamin tersebut bisa membantu melindungi tubuh dari kanker serviks. Vitamin B6 banyak ditemukan di wortek, apel, daging, pisang, sayuran hijau, dan kentang manis.

3. Vitamin C
Menurut para ahli nutrisi vitamin C merupakan vitamin yang bisa mencegah kanker dan sangat baik untuk pencegahan dan pemulihan. Banyak dari para pasien kanker yang diberikan vitamin C dalam dosis besar untuk pemulihan.

4. Vitamin B9
Vitamin B9 juga dikenal dengan asam folat ini bisa mencegah kanker serviks. Anda bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi buah bit, kubis, sayuran hijau, telur, buah sitrus, dan ikan laut.

5. Vitamin E
Vitamin E adalah sumber utama antioksidan yang bisa menangkal zat radikal bebas pemicu kanker. Dengan mengonsumsinya secara teratur Anda bisa terhindar dari kanker usus. Dapatkan vitamin ini dengan mengonsumsi telur dan sayuran hijau pekat (kangkung, bayam).

Sumber : Vivanews